Postingan

Tak Perlu Inder dan Saru

Tak perlu Inder dan Saru.. Kisah kita di sini sudah cukup mengenaskan.. Tak perlu Inder yang harus bersusah payah menuliskan pesan-pesan dibalik kartu.. Tak perlu Saru yang harus begitu taat pada tradisi.. Tak perlu Inder yang harus memilah calon mempelai pria untuk kesayangannya.. Tak perlu Saru yang harus merombak dirinya menjadi orang lain.. Tak perlu Inder yang harus berurusan dengan polisi India hanya untuk sekedar mengirim suara.. Tak perlu Saru yang harus menanggung sakit akibat beban pikiran berlebihan.. Cukup MAAF dan AKU MENCINTAIMU.. Peluk cium ucapan di pagi ini, sudah sangat cukup! #SanamTeriKasam

Manusia Ramai Memilih Sepi

Aku menikmati sepi. Dalam sepi kurasa ramai. Namun, kadang terlupa. Aku manusia ramai. Banyak peran harus dijalani. Sering agar tak hancur diri, angan harap kuhancurkan. Maaf tidak meninabobokkanmu. Maaf tidak memandirikanmu. Tidak lagi kuberkata maaf untuk sikapmu. Aku manusia ramai. Terbiasa ramai dalam sepi. Dalam ramai aku hanya orang lain. @ (anggap saja) rumah 3 Juli 2022

"Aksara Waktu Senggang"

 "KAPAN WAKTU TERBAIK UNTUK MEMBACA BUKU?" 'SEJAK KUBANGUN HINGGA TERLELAP LAGI' Seperti yang disebutkan semalam, membaca itu suatu kebutuhan. Minimal 5-10 menit dalam sehari, kita sebaiknya membaca. Sepakat dengan pernyataan itu. Pertanyaan selanjutnya, kapankah waktu terbaik untuk membaca? Saya pribadi pernah mencoba menerapkan jam-jam tertentu untuk membaca dari berbagai sumber. Tapi ternyata kurang efektif. Ini karena saya kurang mampu membuat kondisi saya prima di setiap waktu tersebut untuk bisa menyerap informasi. Yaa, mungkin saya masih kurang keras terhadap diri sendiri. Lalu, saya coba trik ini. Membuka media-media sumber informasi baik berupa kertas, digital, visual, maupun suara kapanpun dimanapun sesempat saya. Saya rasa cukup membuat menjadi penasaran untuk menyelesaikan apa yang sudah kumulai. Tapi, masih belum efektif rasanya. Masih ada yang perlu diperbaiki.  Haruskah tetap kutentukan waktu-waktu tertentu? Haruskah kupercepat ritme menyerap informasik...

"Tempat dan Kerinduan"

 "TEMPAT APA YANG INGIN DIKUNJUNGI SETELAH PANDEMI COVID 19 BERAKHIR?" 'RUMAH' Ketika ditanya, tempat apa yang ingin dikunjungi setelah pandemi berakhir, saya bingung untuk memilih. Saya ingin ke kampus, ke tempat belanja, ke pantai, ke kampung halaman, dan lain-lain. Tidak ada tempat yang bisa kupilih karena semua memberi daya tarik yang kuat untuk dikunjungi. Kampus misalnya, saya rindu meja belajar, komputer di ruangan jurusan, rak buku dengan jejeran buku dan jurnal, pemanas air di dekat pintu masuk ruang belajar, perpustakaan, kantin, tangga darurat tempat beribadah, bahkan toilet pun kurindukan. Kampus, tempat saya bisa nyaman membuka lembaran buku dan jurnal, mencerna tulisan dan mencoba menulis lagi. Tempat belanja misalnya, saya rindu melihat-lihat barang dagangan dengan berbagai spesifikasinya. Harganya, buatan dari mana, merknya, dan lain-lain. Tanpa harus diakhiri menuju kasir dan menyerahkan sejumlah uang tanda transaksi sedang berlangsung. Tempat belanja...

Jujurku hilang (kah?)

 Jujur Sekarang keberanianku untuk menampakkan wajah asliku sedang menguap Sering aku sembunyi dalam balutan emoticon yang tidak menggambarkan kondisiku sebenarnya Jujur Aku berusaha menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan dalam tulisan Khawatir akan keterbukaan membuat ranah pribadiku menjadi konsumsi publik Jujur Ketika kupilih apa yang sebaiknya kubagi dalam cerita, rasanya semua hanya keluhan Seketika mendendangkan harap, terasa semua hanya angan semu Jujur Memendam semuanya membuat rongga penat semakin luas Menutup semuanya membuat kekosongan ide semakin mantap Jujur Aku takut menuliskan hal ini #30Mei2021 #Nagoya

Ku sayang dan rindu

JnF 情愛の深い (red: Jōai no Fukai ) Penuh Kasih Sayang Entah ini tahun keberapa kita bersama menggunakan ketiga susunan huruf ini, JnF. Teringat saat itu, sepertinya masih SMP yaa. Ada yang sibuk mencari-cari nama genk (hehehe). Saya tidak ingat apa motivasi kita saat itu. Mungkin kita hanya ingin mencari dan motivasinya baru datang belakangan. Dengan kata lain kita memang polos yaa saat itu. Berbekal dari kamus bahasa Jepang milik salah satu teman di SMP, kita sibuk mencari nama yang cantik, menarik, menggugah hati. Entah kenapa saat itu harus menggunakan bahasa Jepang. Begitu banyak tanda tanya sebenarnya tapi biarkan itu menjadi misteri yaa. Saat itu sepertinya bukan bulan Juni tapi kita sepakati tanggal 6 Juni, saat dimana diputuskan kita berempat berkumpul dalam satu kelompok ini. Kita memang sempat bersama di SD tapi selanjutnya sekolah kita berpisah-pisah, kesibukan kita semakin beragam. Apa kira-kira yang membuat kita masih mengikatkan diri satu sama lain. Mungkin i...

Melarikan diri!

Lari diri sendiri Dulu sering begini Sekarang lari diri bersamanya Kali ini kulari, kami lari Banyak rencana tak terjamah Banyak rencana tak berbuah hasil Banyak nyata diluar rencana Diri menyadari, tak bisa berbuat apa Diri mengakui, lelah penat berjibaku Diri mengikhlaskan, jalannya seperti ini Ikhlas? Ikhlas tak lari, melarikan diri juang tak henti, itu kembali harap Tapi, seandainya tak perlu tapi, saya tidak sanggup Yaa, sanggupmu lari,, lari tak kencang sehingga tetap kau tertahan di dimensi satu katanya pergi tapi tak ada hasil Lari ku coba rehat dulu bukan berhenti, istirahat istirahat yg selalu manja manja yang selalu... Inilah jalannya Jalan terbaik KuasaNya maha luas KejutanNya maha asik PeraturanNya maha benar Dialah sang maha baik. 🍀