Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Cara Kerja-Mu

 Jadi, seperti ini cara kerja-Mu? Membolak-balik keadaan. Dengan kasat mata ke alam pikiran. Tanpa pengetahuan, raga mendekat. Sampai akhirnya tahu, tak terduga. Permainan yang betul apik. Tepuk tangan bergemuruh. Kuasa benar diriMu. *** Daya tipu yang menjanjikan kenyamanan. Semu betul, aku tahu. Ini caraMu untuk mengingatkan. Menyadari usaha yang tidak sedikit. Hasil tidak akan berkhianat dengan usaha, betul? *** Aku diyakinkan, Kamu tidak akan mengujiku. Menguji hambaMu di luar dari kemampuannya. Aku percaya, bisa melewatinya. Ini hal mudah, seperti membolak-balikkan tangan. ***

Jangan ganggu lagi, Pikiran!

Sulit benar pergi. Bagaimana tidak, kalau ada harap yang belum terjawab. Titik yang tidak jelas memang. Tapi, sudahlah. Tolong jangan ganggu! Sudah kubilang, kalau memang belum, henti. Siapa suruh terburu. Jelas bukan keliruku. **+** Hmm, sudah kuduga akan seperti ini. Jelas-jelas itu hanya gambar. Gambar yang tak kunjung selesai. Tertumpah warna di tengah jalan. Tolong hentikan saja! Sudah kubilang, godaan (akan) taklukkanku. Siapa serah menyerah. Jelas bukan mauku. **+** Salah! Tidak benar adanya. Begitu atau begini seharusnya. Penat betul kepala. Hati terlalu membuncah.

Malaikat Kecil Itu

Jam belum lagi menunjukkan jadwal istirahat. Tapi tas sudah menggantung di bahunya. Sepertinya dia masih kelas kecil. Mendapat pelajaran di sekolah tidak juga sampai seperempat hari. Di samping kotak amal, di depan mesjid yang ramai dilalulalangi pejalan kaki dan pemotor. Dia merogoh kantong celana olahraganya. Sesekali dia melihat ke kanan dan ke kiri. Seakan ingin menyeberang. Perkiraanku meleset. Dia ternyata mengecek ada tidaknya orang yang melihatnya. Melihat dia memasukkan uang sisa jajannya ke kotak amal tadi. Kejadian baik apa lagi yang Engkau perlihatkan hari ini? Sesederhana itu membahagiakan diri. Malaikat kecil itu, tidak lebih dari seperduabelas menit berlaku. Namun Tuhan membahagiakanku hari ini dengan skenario indahnya.